Sosialisasi Sekolah Sehat SMAN 1 Karanganyar
SEKOLAH SEHAT SMAN 1 KARANGANYAR
Halo Sobat Arjuna!
Salam Sastra!
Selasa, 13 Agustus 2024 di aula SMA Negeri 1 Karanganyar telah terlaksana kegiatan Pengimbasan Sekolah Sehat yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Karanganyar sebagai sekolah piloting berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk menggerakkan sekolah sehat di satuan sekolah masing-masing dan pengimbasan terhadap sekolah lain.
Mochammad Joko
Ediyanto, S. Kom sebagai ketua pelaksana Program Sekolah Sehat menyampaikan
bahwa setelah mengikuti kegiatan Bimtek Sekolah Sehat, pada tanggal 5 juni 2024
di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut sekolah yang ditunjuk menjadi Sekolah Sehat
menggerakkan sekolah sehat di satuan sekolah masing-masing dengan berfokus pada
sehat gizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat di lingkungan
pendidikan. BSKAP (Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan) mengundang
SMA Negeri 1 Karanganyar untuk melaksanakan TKSI ( Tes Kebugaran Siswa
Indonesia) dan pengimbasan terhadap dua
sekolah, yaitu SMA Negeri Karangpandan
dan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Selasa - Rabu, 13 – 14 Agustus diadakan
kegiatan TKSI. Dalam TKSI sudah ada tes yang menjadi ukuran siswa memiliki
kesehatan dan kebugaran. Siswa yang sehat dan bugar menunjukkan semangat
belajar anak. Dan sekolah imbas melaksanakan TKSI di sekolah masing-masing dan
hasilnya di unggah di link yang disediakan oleh.
Dalam sambutannya,
Kepala SMA Negeri 1 Karanganyar, Drs. Sardiyo, M. Pd. Mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada SMA
Negeri Karangpandan dan SMA Muhammadiyah atas kehadirannya mengikuti desiminasi dan tes kebugaran. Untuk Kabupaten
Karanganyar, sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah sehat, untuk jenjang SD,
dipilih SD Negeri Tawangmangu 2, jenjang SMP dipilih SMP Negeri 2 Karanganyar, jenjang
SMA SMK yang dipilih SMAN 1 Karanganyar ditunjuk menjadi sekolah piloting. Tugasnya selain kegiatan internal juga pada 2 sekolah setingkat, maka dipilih
SMA Negeri Karangpandan dan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Kesehatan dengan
pembelajaran saling memengaruhi, karena dengan anak yang sehat proses
pmbelajaran akan berjalan lebih efektif. Sebaliknya pengetahuan tentang
kesehatan akan membantu generasi calon pemimpin, generasi emas, bonus demografi
kita, menjadi generasi yang sehat dan tangguh. Pendidikan dipengaruhi oleh
kesehatan para peserta didik. Sudah terjadi pergeseran yang harus dikembalikan,
dulu 4 sehat 5 sempurna selalu digiatkan, sekarang tergeser dengan junkfood, instan. Tes Kebugaran Siswa
Indonesia memberi kemanfaatan ilmu kesehatan dan membiasakan dalam kehidupan
sehari-hari dengan pola hidup sehat.
Pada kegiatan
tersebut, Sriyadi, S. Pd. memaparkan tentang tujuan TKSI untuk pemetaan
kebugaran peserta didik berdasarkan fase perkembangan/tahapan peserta didik
seiring dengan Kurikulum Merdeka. Personil yang terlibat dalam dalam
pemetaan kebugaran peserta didik fase EF (jenjang SMK/SMK sederajat), yaitu 1)
peserta, merupakan siswa aktif yang sedang duduk di
kelas XI (sebelas), 2) tester, pendidik
atau tenaga kependidikan aktif pada satuan pendidikan pelaksana yang diberi
kewenangan mengampu mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
(PJOK), dan 3) operator, merupakan pendidik
atau tenaga kependidikan pada satuan pendidikan pelaksana yang memahami
operasional computer. Pada jenjang SMA/SMK ini, subtes yang akan dipersiapkan
sarana prasarananya antara lain: 1) Hand Eye Coordination Test; 2) Standing
Broad Jump Test; 3) Dipping Test; 4) T-Test; dan 5) Bleep Test.
Program Sekolah
Sehat ini diharapkan bisa memetakan kebugaran peserta didik sehingga dapat
melihat tingkat kesehatan dan kebugaran peserta didik yang akan berdampak pada pembelajaran
di sekolah. Dan sekolah yang terimbas juga dapat melaksanakan program tersebut.


Komentar
Posting Komentar