Yuk Cari Tahu Lebih Jauh tentang Kartini!



Amaradhika Putri Agustina

21 April 2022

 

Arjuna?! Salam Sastra!

                Hai sobat Arjuna! Siapa sih yang tidak mengenal sosok R.A Kartini? Pasti semua orang tau siapakah beliau. Kartini adalah sosok wanita yang harus senantiasa kita kenang. Jasa beliau kepada para wanita Indonesia sangatlah besar. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara. Ia adalah seorang aktivis Indonesia terkemuka yang mengadvokasi hak-hak perempuan dan pendidikan perempuan.

Kartini adalah perempuan cerdas Indonesia yang lahir di Jepara, JawaTengah pada tanggal 21 April 1929. Kartini berasal dari keluarga bangsawan. Orang tuanya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah.

Setelah bersekolah di sekolah dasar berbahasa Belanda, ia ingin melanjutkan pendidikan lebih lanjut, tetapi perempuan Jawa saat itu dilarang mengenyam pendidikan tinggi. Dahulu kala para perempuan pribumi hanya diperbolehkan bersekolah sampai umur 12 tahun saja, setelah itu perempuan harus dipingit keluarganya di dalam rumah dan menunggu waktunya untuk dinikahkan. Kartini pun mengalaminya, setelah usia 12 tahun Kartini tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah karena harus dipingit oleh keluarganya.

Meskipun demikian hal tersebut tidak memadamkan semangat Kartini untuk belajar pada saat beliau dipingit hari-harinya diisi dengan membaca buku yang membuatnya membu kawasan baru. Kartini kagum akan kemajuan berpikir kaum perempuan Eropa. Dari sinilah kartini berniat ingin memajukan pemikiran perempuan pribumi, karena saat itu berada di status sosial yang lebih rendah daripada laki-laki.

Kartini sering menulis surat-surat untuk teman-teman korespondensi Belandanya. Ia menulis berbagai masalah yang ada di sekitarnya, seperti paksaan poligami, pernikahan dini, dan minimnya pendidikan. Surat-surat tersebut lalu dibukukan dan diberi judul “Habis Gelap Terbitlah Terang." 

Ketika Kartini dijodohkan dengan Kanjeng Raden Mas Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat,  ia menuntut beberapa syarat, salah satunya Kartini ingin diberi kebebasan dan ia juga ingin suaminya mendukung Kartini mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi, beliau ingin bangsa ini maju terutama perempuannya dan ingin menciptakan kesetaraan keadilan antara perempuan dan laki-laki. Sang suami pun menyanggupinya.

Raden Ajeng Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun, yaitu tanggal 17 September 1945. Jasa beliau sangatlah berarti bagi bangsa Indonesia. Ia merupakan sosok emansipasi wanita yang melahirkan kesetaraan gender dan status social antara perempuan dan laki-laki pribumi.

Meskipun sudah tiada, ajaran dan perjuangan R.A. Kartini tentu sangat member pengaruh besar hingga detik ini pada seluruh perempuan di Indonesia. Kartini akan selalu jadi panutan bagi para perempuan Indonesia. 

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat di Tanah Air! Kartini, panutan bagi para perempuan sepanjang masa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunto Aji & Nadin Amizah, Suara dan Makna dalam "Selaras".

Sinopsis Antares, Film Series Yang Diangkat dari Novel Wattpad