3 Hal Yang Sering Kamu Lakukan Ini Dapat Merusak Otak Lho!

Khansa Dahayu Nariswari

22 Desember 2021


Arjuna?! Salam Sastra!

     Hai sobat Arjuna! Gimana nih kabarnya? Semoga senantiasa baik-baik saja ya! Pembahasan kali ini mungkin cukup membuat kalian bertanya-tanya, kok bisa sih kebiasaan-kebiasaan yang mungkin menurut kalian sepele dan sering diremehkan ini bisa membahayakan otak kalian? Kira-kira apa saja ya kebiasaan-kebiasaan itu? Disini kita akan mengulas jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi. 

     Pertama, doing nothing atau tidak melakukan kegiatan apapun. Pasti kalian sering melakukan ini bukan? Jika tidak ada aktivitas yang dapat kita lakukan, otak kita akan kehilangan fungsi sebagai pengendali aktivitas tubuh. Ibarat pisau yang tidak pernah diasah dan digunakan, otak kita juga akan menjadi tumpul sama seperti pisau tersebut. Sebisa mungkin lakukan hal sederhana, seperti membaca, menulis, mengisi teka-teki silang, dan kegiatan lainnya. Dengan menulis, seluruh bagian otak kita menjadi lebih aktif. Menulis juga membantu otak kita untuk tumbuh dan dapat bekerja seoptimal mungkin.

     Aktivitas selanjutnya yaitu sering menatap layar ponsel. Kira-kira berapa jam kalian menghabiskan waktu untuk bermain kotak kecil ajaib ini dalam sehari? Pasti rata-rata lebih dari delapan jam bukan? Apalagi saat libur akhir tahun seperti ini, pasti banyak waktu luang yang kita habiskan berjam-jam untuk menatap layar ponsel. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa ada hubungan langsung antara screentime (layar waktu) dengan depresi. Selain depresi, bermain ponsel terlalu lama juga mengakibatkan rusaknya struktur dan fungsi otak. Kurangi menatap layar ponsel, lalu lakukanlah kegiatan positif dengan melakukan berbagai aktivitas gerak, seperti jogging, bersepeda, dan lain-lain.

     Terakhir yaitu gaya hidup kaum rebahan. Gaya hidup seperti ini dapat memengaruhi ingatan kita secara negatif. Memang, rebahan sangatlah nyaman bila dilakukan saat waktu senggang. Namun, Tuhan telah menciptakan kita alat gerak yang aktif untuk melakukan aktivitas yang lebih positif daripada hanya terus mengurung diri di kamar. Cobalah keluar dari rumah untuk menghirup udara segar, atau mempererat silaturahmi dengan kerabat supaya ada komunikasi di dunia nyata. Di zaman sekarang, manusia hanya berkomunikasi lewat ponsel, padahal bertemu secara langsung juga mudah. Banyak penelitian yang mengatakan bahwa silaturahmi dapat membuat otak kita tetap sehat. Maka dari itu, mulailah bersosialisasi dengan tetangga dekat rumah agar terjalin kontak sosial di lingkungan masyarakat. Jadilah orang yang pandai menutup privasi dan rahasia, namun tidak mengurung diri dari lingkungan luar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunto Aji & Nadin Amizah, Suara dan Makna dalam "Selaras".

Sinopsis Antares, Film Series Yang Diangkat dari Novel Wattpad

Yuk Cari Tahu Lebih Jauh tentang Kartini!