Kasus terhadap Perempuan yang Tak Pernah Usai


Kayla Aura Sakinadhia Irstiadi

05 November 2021


     Arjuna? salam sastra!

     Halo, sobat arjuna! semoga kabar baik untuk kalian semua. Oke, kali ini kita tidak akan berbicara mengenai hal yang patut kita prihatinkan, terutama untuk perempuan.

Perempuan sejatinya memiliki martabat yang tinggi dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Menjadi perempuan tidaklah bisa dipandang sebelah mata, seperti dianggap lemah dan tak bisa apa apa. Mereka yang masih berpikir perempuan hanya sedikit bisa, sungguh sempit pemikirannya. Walaupun kini, stigma negative tentang perempuan sudah mulai berkurang, tetap saja kasus yang melibatkan pelecehan dan kekerasan kepada perempuan tidak pernah usai. Lalu dimana perlindungan untuk perempuan itu sendiri?

     Berita tentang pelecehan perempuan ini seringkali terdengar. Oknum-oknum nakal tersebut melakukan hal hina terhadap perempuan tanpa rasa berdosa. Menyentuh secara sengaja bagian-bagian sakral wanita adalah hal nista yang patut diberikan ganjaran. Mereka sepatutnya paham bahwa wanita bukanlah tempat untuk menyampaikan hasrat mereka. 

     Sedangkan laporan terhadap kekerasan pada perempuan sendiri memberikan angka mencengangkan. Pada laporan WHO menunjukkan bahwa perempuan yang tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah, antara lain negara di Kepulauan Oceania seperti Fiji, kawasan Asia selatan dan sub-Sahara Afrika lebih berisiko mengalami kekerasan fisik dan seksual oleh pasangan mereka. Hampir satu dari empat perempuan (37%) yang tinggal di negara-negara ini menjadi korban kekerasan. Angka kasusnya turun menjadi sekitar satu dari lima perempuan jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di Eropa (16-23%) dan Asia Tengah (18%) (dikutip bbc news Indonesia). 

     Sedangkan di Indonesia, Komnas Perempuan mencatat telah terjadi 2.500 kasus kekerasan terhadap perempuan pada periode Januari-Juli 2021. Angka tersebut telah melampaui catatan 2020 yang ada 2.400 kasus. Andy Yentriyani, ketua Komnas Perempuan menyebut kasus kekerasan terhadap perempuan kembali mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. 

     Dan kini kita sebagai perempuan harus mampu memperkokoh benteng pertahanan terhadap mereka yang suka mencari kepuasan semata. Self love menjadi salah satu jalan untuk memberikan perlindungan pada diri kita sendiri. Kita juga perlu bersikap tegas dan memberikan batasan kepada orang lain demi kita sendiri. 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunto Aji & Nadin Amizah, Suara dan Makna dalam "Selaras".

Sinopsis Antares, Film Series Yang Diangkat dari Novel Wattpad

Yuk Cari Tahu Lebih Jauh tentang Kartini!