Mitos "Ular Raksasa" Yang Melegenda di Pantai Watu Ulo Jember
Khansa Dahayu Nariswari
18 Oktober 2021
Arjuna?! Salam sastra!
Halo sobat Arjuna! Bagaimana kabar kalian? Semoga senantiasa sehat dan bahagia selalu yaa! Oh iya, setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) nanti, akan ada libur akhir tahun bukan? Nah, disini kita akan membahas salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Siapa tahu setelah membaca ini, kalian akan tertarik untuk berkunjung ke Pantai Watu Ulo saat liburan nanti.
Pantai Watu Ulo terletak di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Pantai ini memiliki keunikan yang tak kalah menarik dari pantai lainnya loh! Selain pemandangannya yang indah, pantai ini dikenal dengan sebuah batu raksasa yang memanjang ke lautan. Panjang batu ini mencapai sekitar 110 meter dengan lebar 4 meter.
Penamaan pantai Watu Ulo ini sendiri diambil dari mitos yang tersebar di masyarakat. Ada kisah misteri yang berasal dari batu yang disebut mirip ular ini. Watu Ulo sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang berarti “Batu Ular”. Selain bentuknya yang memanjang menyerupai bentuk ular, struktur batunya juga disebut mirip dengan sisik.
Konon katanya, wilayah pantai selatan tersebut dulunya dihuni oleh Nogo Rojo dengan wujud ular raksasa. Nogo Rojo ini amat rakus karena memakan semua hewan didalamnya, sehingga masyarakat tidak memperoleh bahan pangan dari tempat tersebut. Lalu, datang dua orang pemuda bernama Raden Said dan Raden Mursodo yang bersaudara. Raden Said ini nantinya dikenal sebagai Sunan Kalijaga. Dua bersaudara ini memancing di sekitar tempat Nogo Rojo tinggal. Karena semua hewan sudah habis dimakan oleh Nogo Rojo, keduanya tidak berhasil mendapatkan ikan satupun.
Singkat cerita, seekor ikan tersangkut di kail milik Raden Mursodo yang disebut ikan mina. Ternyata, ikan mina tersebut dapat berbicara layaknya manusia. Ikan mina itu rupanya meminta kepada Raden Mursodo agar ia dilepaskan. Sebagai gantinya, ikan Mina memberikan sisik yang dapat berubah menjadi emas. Raden Said dan Raden Mursodo menyetujuinya dan melepaskan ikan mina tersebut ke dalam air.
Tiba tiba munculah Nogo Rojo dan langsung memakan ikan mina tersebut. Raden Mursodo sangat geram, ia pun melawan Nogo Rojo dengan bantuan Raden Said. Raden Mursodo berhasil mengalahkan Nogo Rojo dan membelah tubuhnya menjadi tiga.
Karena Nogo Rojo sangat besar, bagian tubuhnya terpencar di daerah yang berbeda-beda. Bagian badannya berada di Pantai Watu Ulo Jember, bagian kepalanya berada di Grajakan Banyuwangi, dan bagian ekornya berada di Pacitan. Potongan tubuh Nogo Rojo inilah yang hingga saat ini dipercaya menetap di pantai Watu Ulo dan menjelma menjadi batu-batuan yang menjorok ke laut.
Itulah ulasan sekilas mengenai Pantai Watu Ulo yang berada di Jember. Mungkin dari kalian ada yang tertarik untuk pergi kesana dan menikmati keindahan panorama pantainya, atau mungkin sudah ada yang pernah kesana? 😊

Komentar
Posting Komentar