Pembelajaran Tatap Muka Digelar, Guru dan Siswa Bersiap
Halisyah Bunga Permata
25 september 2021
Arjuna?! Salam sastra!
Halo sobat Arjuna! Bagaimana kabar kalian? Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan, ya. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini!
Selama pandemi, kita telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan lonjakan penyebaran COVID-19. Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, selama satu pekan pelaksanaan PPKM terakhir, kasus konfirmasi terus mengalami penurunan. Rata-rata terdapat 5.236 kasus konfirmasi per hari.
Dengan menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia membuat pemerintah melonggarkan beberapa kegiatan. Misalnya, pusat perbelanjaan yang mulai dibuka kembali dan sekolah yang akan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali. Di sebagian daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah sendiri akan memberlakukan pembelajaran secara tatap muka atau offline.
Yap, termasuk di Kabupaten Karanganyar. Sejumlah SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Karanganyar akan turut serta melaksanakan simulasi PTM. Mengutip dari TRIBUNJATENG.COM, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak para peserta didik yang akan mengikuti simulasi PTM terbatas ini.
Solopos.com mendata terdapat lima sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas ini. Sekolah-sekolah tersebut antara lain, SMP Negeri 1 Karanganyar, MTsN 2 Karanganyar, MAN 1 Karanganyar, SMA Negeri 1 Karanganyar, dan SMK Negeri 1 Karanganyar.
Beberapa minggu yang lalu, SMA Negeri 1 Karanganyar telah melaksanakan simulasi PTM pada Senin, 6 September 2021 s.d Jum’at, 10 September 2021. Simulasi PTM ini dilaksanakan secara terbatas. Terhitung hanya ada tiga kelas yang mengikuti PTM di SMA Negeri 1 Karanganyar. Kelas-kelas yang terpilih adalah kelas X IPA 5, XI IPS 2, dan XII IPA 1. Sementara itu, kelas lain yang tidak terpilih untuk melaksanakan PTM tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Jika simulasi PTM ini berjalan dengan lancar, maka diharapkan seluruh sekolah di Kabupaten Karanganyar dapat menerapkannya.
Dengan menurunnya status PPKM dari level 4 ke level 3, diharapkan menjadi harapan baru bagi para pengajar dan seluruh murid untuk bisa melakukan pembelajaran secara langsung seperti sediakala.

Komentar
Posting Komentar