Pandemi Menjadi Endemi, Apakah Sudah Siap?
Kayla Aura Sakinadhia Irstiadi
Arjuna? Salam sastra?!
Halo, sobat arjuna!
Apa kabar semua? Disini kita akan membahas tentang status keadaan yang telah berjalan selama 1,5 tahun ini. Ditengah penyebaran virus yang belum juga berhenti, kepenatan tidak mampu ditahan lagi, membuat sebagian orang mulai mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang berpendapat bahwa semua ini hanya teori perlu membuka mata. Jutaan orang telah merasakan dan bercerita bagaimana suatu virus mampu menjatuhkan kesehatan, mental, bahkan perekonomian.
Vaksin telah diluncurkan, PPKM berbagai level telah dinyatakan dan kasus COVID-19 mulai berkurang sehingga pemerintah berinisiatif ingin mengubah status pandemi ini menjadi endemi.
Apa sih endemi itu? Konsep endemi ini sendiri dapat dipahami sebagai wabah penyakit yang mucul secara konsisten, tetapi terbatas pada wilayah-wilayah tertentu. "Artinya nanti akan menjadi wabah yang sifatnya sporadis di tempat-tempat tertentu seperti flu, demam berdarah, dan seterusnya," ujar Muhadjir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Akan tetapi pengubahan status ini tidak mudah, menurut pakar masih banyak sekali masalah yang perlu diatasi oleh pemerintah. Seperti vaksinasi yang rendah ditengah kemustahilan herd immunity dan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia untuk menghadapi varian baru dari COVID-19.
Melihat tetangga kita, Negeri Jiran, Singapura, yang telah memperkenalkan skenario berdampingan dengan COVID-19 pada Juli lalu. Mereka mengutamakan testing, pelacakan, serta vaksinasi seluas- luasnya. Sedangkan Malaysia yang saat ini telah bersiap menuju fase endemi pada per akhir Oktober mendatang. Lalu bagaimana dengan kita? Akankah status endemi ini akan ditegakkan di Indonesia dalam waktu dekat?
Tetapi apapun itu statusnya tetap patuhi protokol kesehatan, guna memperbaiki keadaan. Semoga Ibu Pertiwi ini lekas pulih sehingga kita dapat beraktivitas dengan normal kembali.

Komentar
Posting Komentar