Terapi Plasma Konvalesen (tidak) Efektif untuk Menyembuhkan Covid-19
Halisyah Bunga Permata
Selasa, 20 Juli 2021
Arjuna?! Salam sastra!
Halo, sobat arjuna! Apa kabar kalian semua? Semoga kalian dalam keadaan yang baik dan sehat selalu. Tak terasa, kita sudah menginjak tahun ajaran baru. Tetap semangat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan selalu menaati protokol kesehatan.
Jangan lupa juga untuk selalu update kabar-kabar terbaru yang sedang terjadi disekitar kita. Oh iya sobat, apakah kalian tahu? Baru-baru ini jagat media sosial sedang ramai membicarakan terapi plasma konvalesen .
Sebenarnya, apa itu terapi plasma konvalesen? Terapi plasma konvalesen adalah terapi yang dilakukan dengan cara mendonorkan plasma seseorang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien yang masih terinfeksi.
Saat seseorang sembuh dari Covid-19, sistem kekebalan tubuh umumnya akan membentuk antibodi yang mampu melawan penyakit tersebut. Antibodi ini terkandung di dalam plasma darah. Dengan demikian, antibodi dari orang yang telah sembuh dari Covid-19 akan masuk ke tubuh pasien yang masih terinfeksi virus. Sehingga diharapkan mampu mencegah berkembangnya penyakit menjadi lebih parah dan mempercepat waktu penyembuhan.
Dikutip dari Kompas.com, juru bicara Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyant, menyatakan bahwa plasma konvalesen sudah dikenal sejak lama sebagai sebuah metode terapi.
“Pada berbagai kondisi, terutama pada situasi-situasi pandemi. Situasi di mana ada penyakit baru dan kita belum banyak mengenal, maka dilakukan (terapi) dengan cara plasma konvalesen,” kata Tonang. Jadi, terapi ini telah diterapkan pada wabah sebelum Covid-19 seperti wabah flu babi, ebola, SARS, dan MERS.
Namun, pengobatan dengan metode terapi plasma darah konvalesen ini menuai perdebatan. Beberapa riset menyatakan metode atau terapi tersebut bermanfaat. Terapi plasma konvalesen dinilai menjadi salah satu metode pengobatan yang efektif untuk menangani covid-19. Tetapi, tak sedikit pula peneliti yang menyimpulkan terapi tersebut tidak ada gunanya.
Pada Februari lalu, pusat uji klinis terapi plasma konvalesen pada pasien Covid-19 di Indonesia melaporkan hasil uji klinis. Tiga pusat penelitian yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Brawijaya sepakat pada 2 kesimpulan yang sama. Kesimpulan tersebut berisi :
1. Pengobatan Covid-19 standar ditambah dengan terapi plasma konvalesen tidak menurunkan tingkat kematian dibandingkan dengan pasien yang menerima terapi standar tanpa plasma konvalesen.
2. Terapi plasma konvalesen tidak memperpendek length of stay atau lama masa perawatan.
Meskipun demikian, terapi plasma konvalesen memberi antibodi kepada penyintas dan diklaim memperbaiki kondisi klinis pasien.

Komentar
Posting Komentar