Sekolah Tatap Muka Dimulai Bulan Juli, Apakah Sudah Pasti?
Arjuna?! Salam sastra!
Hai
sobat arjuna! Apa kabar nih? Semoga sehat-sehat selalu ya dan terus semangat
dalam menjalani hari. Oh iya, gimana nih sekolah online nya? Seru-seru aja atau
sudah bosan karena nggak
bisa ketemu teman-teman? Pasti ada yang sudah nggak sabar juga nih mau
ikut kegiatan organisasi yang selama ini dilaksanakan secara daring. Nah, ada kabar baik nih
buat teman-teman semua, katanya bulan
Juli kita sudah mulai sekolah tatap muka lho! Berikut ini akan disampaikan ulasan mengenai sekolah
tatap muka, simak yuk!
Menurut
keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(Mendikbudristek), Nadiem Makarim, sekolah tatap muka akan dimulai di bulan
Juli 2021. Dikutip dari kompas.com, “Hampir 80 persen sudah ingin tatap muka.
Karena juga sudah lebih percaya diri dengan protokol kesehatan,” jelas Nadiem
Makarim. Nadiem juga mengatakan bahwa
dengan kebijakan prioritas vaksin oleh para guru, sudah waktunya pembelajaran
kembali dilakukan di sekolah. Dengan hal ini, para orang tua memiliki hak
mutlak untuk menentukan apakah putra atau putrinya boleh mengikuti pembelajaran tatap muka
atau tidak. Nah, jadi pemerintah sudah menyetujui nih!
Namun,
setiap keputusan pasti mengundang pro dan kontra masyarakat. Banyak yang
menyetujui keputusan Nadiem Makarim, namun ada juga yang tidak. Dikutip dari
jpnn.com, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pemerintah tidak
memaksakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021 secara serentak.
Mengingat angka positif kasus Covid 19 di Indonesia masih tinggi dan munculnya
varian baru virus Covid B.1.1.7 yang penularannya lebih cepat dan ganas.
Menurut Satriawan, harus ada dua indikator mutlak sekolah bisa dimulai tatap
muka di awal tahun ajaran baru Juli 2020 nanti, yaitu tuntasnya vaksinasi guru
dan tenaga kependidikan serta pemenuhan daftar periksa kesiapan sekolah tatap
muka yang berjumlah 11 item.
Daftar
periksa yang harus dipenuhi antara lain, ketersediaan fasilitas kesehatan,
pemetaan warga satuan pendidikan,
misalnya yang memiliki comorbid. Namun hingga kini, hanya 54,36 persen sekolah
yang baru mengisi. Padahal, jumlah sekolah secara nasional adalah 535.782, dan
masih ada 45,64 persen sekolah yang belum merespons daftar periksa kesiapan
sekolah tatap muka ini. Semoga saja sekolah-sekolah tersebut segera merespons
yaa…
Nah
itulah ulasan mengenai keputusan dan pro kontra masyarakat dalam merespons
pengadaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bulan Juli nanti. Terkait sudah pasti
atau tidaknya kita tunggu keputusan selanjutnya saja ya, dan semoga keadaan
segera membaik. Tetap patuhi protokol kesehatan agar kita semua tidak tertular
virus Covid-19 ya teman-teman!

Komentar
Posting Komentar