Kisah Seorang Perawat Perempuan Terbaik dalam Sejarah
Maya Endang Lestari, 9 Mei 2021
Arjuna?! Salam Sastra!
Hallo, sobat arjuna! Apa kabar semuanya? Semoga tetap dalam keadaan sehat semua ya dan selalu semangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Oh iya sobat, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun berada yap. Stay safe and keep healthy ya teman-teman. Selamat menunaikan ibadah puasa ya teman-teman.
Kali ini kita akan membahas mengenai seorang perempuan yang menjadi perawat terbaik dalam sejarah nih guys. Yuk, kita simak bahasannya!
Kira-kira kalian semua pada kenal dengan sosok perempuan ini ngga sih? Yap benar sekali, perempuan ini bernama “Florence Nightingale”. Pada zaman dahulu, istilah perawat ditujukan untuk perempuan yang memiliki naluri keibuan atau dapat merawat orang yang sedang lemah dan sakit.
Florence Nightingale dilahirkan pada 12 Mei 1820 di Florence, Italia. Ia adalah seorang pelopor perawat modern, perawat terbaik, penulis, dan ahli statistik. Sejak muda, Nightingale sudah aktif dalam filantropi, melayani orang sakit dan miskin di desa dekat lahan milik ayahnya. Keluarganya merasa keberatan dan tidak senang saat Nightingale ingin menjadi perawat. Meskipun dari keluarganya keberatan, pada tahun 1850 Nightingale mendaftarkan diri di Institution of Protestant Deaconesses di Kaiserwerth Jerman.
Setelah menimba ilmu dan banyak praktik, pada 1853 Nightingale diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin di institusi Perawat Wanita Terhormat di London. Hal ini menjadi langkah pertamanya untuk membuat sebuah model rumah sakit berkelas yang memiliki standar medis dan lingkungan yang baik.
Pada saat terjadi perang Krimea di Semenanjung Krimea Rusia, tidak ada satupun perawat wanita yang ditempatkan di rumah sakit di Krimea. Kemudian, Nightingale mengajukan diri untuk mengorganisir sejumlah perawat untuk merawat prajurit yang sakit dan jatuh di Krimea. Tentara di sana dirawat oleh lembaga medis yang tidak kompeten dan tidak efektif. Persediaan peralatan dasar perawatan tidak tersedia. Saat Nightingale datang pun merasa terkejut dengan fasilitas rumah sakit.
Nightingale sendiri berkeliaran di bangsal pada malam hari. Di mana untuk memberikan dukungan kepada pasien korban perang. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di bangsal. Itulah yang membuatnya mendapat julukan “The Lady with the Lamp”. Berkat perawatan yang dilakukannya mampu mengurangi angka kematian menjadi sekitar dua persen.
Nah, itu tadi adalah kisah dari Nightingale yang merupakan perawat terbaik dalam sejarah. Semoga dapat menginspirasi kita semua yang teman-teman. Salam literasi!

Komentar
Posting Komentar