Mulai Menyapa Asesmen Nasional
Mulai Menyapa Asesmen Nasional !
Minggu, 14 Maret 2021
Maya Endang Lestari
Arjuna?! Salam Sastra!
Halo, sobat arjuna. Apa kabar? Semoga sehat-sehat semua ya dan selalu semangat dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Oh iya sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Asesmen Nasional ya. Yuk, kita simak bahasannya!
Nah, setelah Ujian Nasional (UN) 2020 ditiadakan karena adanya pandemi COVID-19, pemerintah kembali mengadakan Ujian Nasional pada tahun 2021 ini dengan menggantikannya dengan Asesmen Nasional. Kita kenalan dulu yuk dengan Asesmen Nasional.
Apasih Asesmen Nasional itu ?
Yap, Asesmen Nasional itu adalah pemetaan mutu pendidikan untuk seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah. Nah, Asesmen Nasional sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Mari kita bahas satu per satu bagian dari Asesemen Nasional ya sobat!
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk mengukur hasil belajar kognitif (literasi dan numerasi) peserta didik. Jadi, kemampuan literasi sendiri berkaitan erat dengan kemampuan seseorang dalam memahami dan menganalisis suatu informasi atau bacaan. Sedangkan, numerasi berkaitan erat dengan kemampuan mencerna dan menganalisis informasi dalam bentuk angka atau kuantitatif.
Survei Karakter
Survei karakter dirancang untuk mengukur capaian belajar peserta dalam bidang sosial emosional yang berupa pilar karakter dengan tujuan untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Jadi, sangat berbeda tujuannya dengan AKM.
Survei Lingkungan Belajar
Survei Lingkungan Belajar memiliki tujuan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Apasih Tujuan Asesmen Nasional itu?
Jika Ujian Nasional memiliki tujuan untuk menguji hasil belajar peserta didik sebagai syarat kelulusan dan untuk perbaikan belajar. Sedangkan, Asesmen Nasional dilakukan dengan tujuan perbaikan pembelajaran, peningkatan lingkungan belajar yang kondusif, dan melakukan pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata ada di lapangan sehingga pengujiannya lebih luas. Seperti yang dikatakan oleh Mendikbud Nadiem Makarim “Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya.”
Nah, sekarang apa bedanya Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional?
• Metode asesmen
Jika UN diujikan menggunakan satu set soal untuk semua peserta. Sedangkan, pada AKM, soal yang diujikan disesuaikan dengan kemampuan siswa. Bentuk ujiannya juga berbeda, pada AKM, soal yang diujikan tidak hanya pilihan ganda, tetapi ada pilihan ganda kompleks (jawaban benar lebih dari satu), isian singkat, sampai dengan soal berbentuk esai.
• Hal yang diukur
Jika pada UN, yang diukur dalam ujian adalah capaian pada kompetensi kurikulum berdasarkan penguasaan materi dalam mata pelajaran. Pada Asesmen Nasional, yang diukur adalah kompetensi siswa pada literasi dan numerasi, karakter siswa, dan gambaran lingkungan belajar seperti yang sudah kita bahas di atas tadi.
• Peserta ujian
Nah ini yang paling menarik gaes. Pada Ujian Nasional peserta yang mengikuti ujian adalah peserta didik yang duduk di bangku kelas 12 SMA dan 9 SMP. Sedangkan, pada Asesmen Nasional sendiri yang mengikuti ujian adalah peserta didik yang diambil acak dari kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA.
• Pelaporan hasil tes
Jika pada UN yang menjadi pelaporan hasil tes adalah nilai dari setiap siswa, nilai agregat setiap sekolah, dan nilai agregat per wilayah. Sedangkan, pada Asesmen Nasional, yang menjadi pelaporan hasil tes adalah nilai agregat setiap sekolah dan nilai agregat per wilayah.
Nah yang tahun ini akan menjadi peserta Asesmen Nasional sudah ada persiapan belum gaes? Jika belum, yuk mulai dipersiapkan dari sekarang!

Komentar
Posting Komentar