Mengenal Marrie Thomas, Dokter Perempuan Pertama Indonesia
Kayla Aura Sakinadhia Irstiadi
Arjuna? Salam sastra!
Halo sobat arjuna! Apa kabar? Semoga kalian selalu sehat dan semangat menjalani hari di masa pandemi ini ya! Jangan lupa juga untuk selalu menjaga protokol kesehatan karena dengan mematuhi protokol kesehatan, berarti sobat telah membantu dalam memutus rantai penularan virus ini. Nah, mengenai penanganan COVID-19, tentu tak lepas dari peranan dokter dan para tenaga medis yang setia berjuang mengobati para pasiennya.
Berbicara mengenai dokter, tahukah kalian siapa dokter wanita pertama di Indonesia? Yap, beliau adalah dokter Marrie Thomas. Pada kali ini, kita akan mencoba berkenalan dengan sang dokter wanita pertama di Indonesia yang pada tanggal 17 Februari lalu google doodle menampilkan sosok Marrie Thomas untuk merayakan kelahirannya.
Marrie Thomas lahir di Likupang Minahasa, 17 Februari 1896 dikeluarga dengan latar belakang militer. Sebagai orang Minahasa, Marie Thomas tergabung dalam Perserikatan Minahasa atau juga dikenal dengan Jong Minahasa, perkumpulan para pemuda yang berasal dari daerah Minahasa dan didirikan pada tahun 1918.
Dikenal dengan sosok yang cerdas dan memiliki empati yang kuat, membuat beliau tergerak untuk sekolah kedokteran. Beliau menuntut ilmu sekolah kedokteran STOVIA selama 10 tahun. Sempat mengalami kekurangan biaya dalam pendidikan tidak membuatnya menyerah, dengan tekad yang kuat akhirnya ia bisa melanjutkan sekolah dengan beasiswa berkat kecerdasannya. Ia mendapatkan beasiswa Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (Yayasan Dana Pendidikan Dokter Perempuan) pada tahun 1912 untuk bersekolah di STOVIA.
Beliau lulus sekolah pendidikan dokter pada tahun 1922, kemudian menjadi spesialis bidang obstetri dan ginekologi. Dan lagi, beliaulah dokter pertama spesialis obstetri dan ginekologi di indonesia. Setelah lulus beliau kemudian memulai praktik di RS Cipto Mangunkusumo yang saat itu bernama School of Training of Native Physicians (STOVIA).
Dokter Marrie Thomas kemudian berpindah ke beberapa kota, yaitu Medan, Padang, dan Manado, lalu kembali lagi ke Jakarta untuk bekerja di RS Budi Kemulian, sebuah rumah sakit bersalin yang didirikan Yayasan Sovia. Saat menjadi dokter, beliau dikenal sebagai sosok dokter yang profesional dalam menangani pasiennya. Selain itu, beliau juga sering membuka praktik gratis bagi masyarakat. Beliau tutup usia di umur 70 tahun karena pendarahan otak, tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1966 di Bukittinggi.
Nama Marie Thomas menjadi salah satu karakter dalam novel Nh. Dini yang berjudul Amir Hamzah, Pangeran dari Seberang (1981:156). Seperti penulis lain, Nh. Dini juga menyebut beliau sebagai dokter wanita pertama Indonesia.
Melihat lagi perjuangan Dokter Marie Thomas yang besar dalam bidang kedokteran bagi masyarakat, tentunya banyak hal yang bisa kita jadikan teladan dalam hidup. Jadi, ayo sobat kita berjuang seperti Dokter Marie Thomas yang tidak pernah menyerah menggapai mimpinya!

mantap tulisannya, keep it up!
BalasHapus