Fakta-Fakta Unik Hingga Pembahasan Menarik Tentang Vaksin Covid-19, Sudah Divaksin Apakah Masih Bisa Terpapar?
Khansa Dahayu Nariswari
5 Februari 2021
Arjuna!? Salam Sastra!
Halo sobat Arjuna! Bagaimana kabarnya? Semoga semua sobat Arjuna selalu dalam keadaan sehat ya! Tidak terasa sudah satu tahun pandemi Covid-19 melanda. Rasanya sedih sudah lama tidak bertemu dengan teman-teman. Seluruh masyarakat dunia dan tentunya teman teman semua pasti sudah lama menunggu ditemukannya vaksin yang dapat mengatasi pandemi ini. Nah, akhirnya pada tanggal 5 Desember lalu, vaksin ini ditemukan dan siap diedarkan ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dikutip dari akun Instagram @folkative, vaksin yang dibuat oleh Sinovac Biotech ini tiba di Indonesia pada tanggal 7 Desember 2020, sebanyak 1,2 juta vaksin. Nah, dibalik vaksin Sinovac ini, terdapat fakta-fakta unik yang menarik lainnya lho, pada artikel ini akan diulas fakta-fakta menarik tentang vaksin covid-19. Simak yuk!
Yang pertama, vaksin ini digratiskan oleh Presiden kita, Bapak Jokowi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dikutip dari covid19.co.id, pemerintah menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 ini gratis dan tanpa dipungut biaya apapun lho, termasuk tanpa persyaratan keanggotaan dan keaktifan di BPJS Kesehatan.
Kedua, Bapak Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19, tanggal 13 Januari bulan lalu. Dikutip dari CNN Indonesia, tidak hanya Pak Jokowi saja yang divaksin, pada tanggal 14 dan 15 Januari para Menteri Kabinet Indonesia maju, tenaga kesehatan, kepala daerah, dan tokoh masyarakat juga menjadi tiga kelompok prioritas dalam gelombang pertama vaksinasi. Penyuntikan tanggal 13 Januari lalu yang dilakukan di Jakarta adalah sebagai simbol dimulainya vaksinasi di Indonesia.
Fakta menarik lainnya, vaksin Sinovac ini sudah lulus uji klinis tahap tiga pada tanggal 8 Januari lalu. Dikutip dari detiknews, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh mengungkapkan, vaksin corona tidak boleh disuntikkan kepada masyarakat jika surat izin dari BPOM belum didapatkan, selain itu vaksin yang digunakan juga harus dipastikan lulus uji klinis tahap 3. Nihayatul juga mengaku bahwa ia mendapatkan informasi jika uji klinis tahap 3 vaksin ini selesai pada tanggal 8 Januari. Jadi, tidak usah ragu karena sudah dipastikan aman ya!
Nah, itu adalah beberapa fakta-fakta menarik tentang vaksin covid-19, berikut ini ada pembahasan yang tak kalah menarik juga tentang vaksin Sinovac buatan Perusahaan China, simak lagi yuk!
Ini menjadi pembahasan yang hangat di kalangan masyarakat Indonesia mengenai vaksin Sinovac ini. Apakah setelah divaksin dapat terpapar covid-19? Apakah kalian pernah memikirkan hal tersebut? Lalu, apa yang terlintas di pikiran kalian dari pertanyaan itu? Jawabannya adalah bisa. Dikutip dari beritasatu.com, vaksinasi memberikan perlindungan agar tidak jatuh sakit namun tidak melindungi paparan atau terkena virus. Pertahanan pertama supaya tidak terkena virus adalah melaksanakan protokol kesehatan, dengan protokol kesehatan kita tidak terpapar virus. Pencegahan virus dilakukan dengan 3M, yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan. Maka dari itu stay safe dan taati protokol kesehatan dengan melaksanakan 3M ya agar kita tidak mudah tertular covid.
Pembahasan selanjutnya, apakah ada batasan usia pemberian vaksinasi covid-19? Ini juga banyak dipertanyakan oleh masyarakat Indonesia. Apakah usia juga mempengaruhi pemberian vaksinasi? Dan bagaimana efek samping setelah di vaksin? Menurut CNN Indonesia, jumlah vaksin dari seluruh produsen itu mencapai 329,5 juta dosis. Saat ini, Satgas berkata uji klinis vaksin Sinovac dibatasi pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok dengan usia terbanyak terpapar virus ini. Sementara pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin. Satgas Covid-19 juga sudah menyebut sudah ada kandidat vaksin yang dapat diberikan untuk yang berusia 60-89 tahun.
Pembahasan terakhir adalah adakah efek samping pada vaksin ini? Dikutip dari situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, pegal-pegal merupakan salah satu efek samping dari vaksinasi. Itu tandanya bahwa tubuh sedang melakukan perlindungan dan antibodi, dan saat beberapa hari setelah itu akan hilang. Pada tangan yang disuntik, biasanya merasakan memar dan sakit. Sedangkan tubuh setelah di vaksinasi merasakan demam, meriang, kelelahan, dan sakit kepala.
Nah, itu adalah serba-serbi vaksin Covid-19. Apakah kalian sudah siap untuk di vaksin?

nice ingfo, thanks to author :D
BalasHapus