Komoditas Jaya, Rupiah Perkasa

Halo sobat Arjuna!?
Salam sastra!!!

Apa kabar kawan-kawan? Pasti baik, kan? Begitupun pula dengan kondisi rupiah kita di awal dekade ini.

Baik, setelah kejadian per kejadian dan setelah rupiah stabil di kisaran 14000, pada 2019 akhirnya menurun ke kisaran 13600. Cukup baik untuk tahun ini. Namun, saya berharap untuk tahun 2020 ini, Indonesia bisa menstabilkan rupiah di 13500. “Lho kok Cuma segitu? Ga mau lebih naik lagi rupiahnya jadi 10000 misalnya?”.

Eits jangan dulu, kalau saja Indonesia sekarang langsung menaikkan nilai mata uangnya, akan sangat berdampak buruk bagi ekspor kita. Yakali bule mau beli hasil karet yang biasanya murah, Eh kok seketika jadi mahal. Yang ada malah beli ke negara sebelah, dan tentu kita akan merugi. Juga Bali mungkin akan sepi turis WNA. Jadi daya saing produk Indonesia menjadi lemah bila rupiah menguat secara mendadak, dan masyarakat Indonesia akan mulai kena jebakan Batman, yaitu mulai pada jajan boros terus khilaf.

Namun, tidak disangka-sangka kali ini Indonesia berhasil mengekspor kapal laut, bijih kerak, dan abu logam dan berbagai makanan olahan dalam jumlah yang banyak. Dari berita CNBC tersebut, saya sangat optimis untuk rupiah menguat secara berkala. Ditambah langkah Indonesia yang sudah mulai berani membatasi komoditas tertentu kepada negara-negara Eropa yang terancam resesi. Sebagai contoh permulaan yaitu pembatasan ekspor nikel ke Negara-negara Eropa.

Bagus, bila nikel dibatasi, efeknya akan mengenai negara Jerman yang sering mengekspor otomotif dan peralatan elektronik.

Pesan moralnya,


Jangan asal mengambil keputusan, pikirkanlah banyak aspek yang terhubung dalam keputusan yang akan diambil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunto Aji & Nadin Amizah, Suara dan Makna dalam "Selaras".

Sinopsis Antares, Film Series Yang Diangkat dari Novel Wattpad

Yuk Cari Tahu Lebih Jauh tentang Kartini!