Cerpen Seribu Alasan Bahagia
Halo Sobat Arjuna!
Salam Sastra!!!
Kali ini ada seutas cerpen dengan judul.....
Seribu Alasan Bahagia
"Hoamm" aku bangkit dari tidurku seraya membuka gorden, mentari ternyata telah bangun sebelum aku beranjak dari tempatku. Dengan sigap aku mandi, memakai seragam, lalu pergi ketempat makan. Tak lama setelah itu Ibu datang dengan sepiring nasi goreng beraroma lezat, yang membuat perut menjerit. Tanpa pikir panjang kuhabiskan nasi itu, lalu beranjak untuk pergi ke sekolah.
Senin pagi ini jalanan begitu ramai, mereka pergi ke suatu tempat dengan tujuan yang berbeda-beda, salah satunya adalah pergi untuk melupakan.
"Eeaa bucin banget ini mah" gumam ku dalam hati seraya mengendarai motorku pelan melewati jalanan yang padat merayap.
Waktu menunjukan pukul 08:00 WIB. Hampir saja aku terlambat, karena Pak Satpam hendak menutup gerbang, tetapi aku langsung memberi pengertian kepadanya tentang apa yang terjadi padaku pagi ini.
Aku pun memarkirkan motorku di tempat yang telah diberi tanda sesuai tempat parkir kelas masing-masing. Kemudian aku bergegas menuju kelas dan sepertinya guru-guru pun begitu. Karena kepanikanku aku menabrak Galn, teman yang seorganisasi denganku.
"Yaampun maaf, aku buru-buru"
"Hmm" gumamnya singkat, sambil tersenyum padaku.
Aku pun melanjutkan kepanikanku dengan berlari menuju kelas, untungnya guru kalah lari dengannya yang telah lebih dulu sampai di kelas. Tak lama kemudian pelajaran pun dimulai. Bel pulang pun berbunyi, aku beranjak pulang, hari ini adalah hari yang kurang berkesan bagiku, karena untuk pertama kalinya aku hampir terlambat ke sekolah.
Hari ini aku berangkat ke sekolah lebih pagi, dengan harapan tak lagi terjebak macet, sesampainya di sekolah, aku duduk melamun di kantin.
"h-7 menjelang ulang tahun nih. Kira-kira aku dapat apa ya. Duh masih jomblo lagi. Sedihnya.." ngomong dalam hati
"hayoo ngelamun terus" sahut Reina sambil menepuk pundakku dengan nada menjengkelkan.
"Nggak kok, hehe" jawabku dengan santai.
Ya, Reina adalah teman dekatku, ia selalu ada untukku, selalu menyemangatiku, dan memberi motivasi untukku, akupun juga begitu.
Hari demi hari pun kulewatkan tanpa kesan, hingga tiba saatnya, tepat hari ini aku berulang tahun ke 17, tapi aneh nya tak ada seorang pun yang memberi ucapan untukku, Reina pun sama sekali tak mengatakan sesuatu padaku, bahkan saat berpapasan ia terkesan tak peduli. Aku memutar pikiranku, mencoba merekam pembicaraanku, apakah aku salah berkata padanya, atau bagaimana, ini semua terasa aneh.
Bel pulang pun berbunyi, teman sekelasku pun mulai keluar kelas, termasuk Reina, sahabatku. Aku mencoba sabar dan tenang. Hari ini adalah hari forum rutin organisasi yang aku ikuti, aku datang dengan memasang muka lelah. Tiba-tiba dari kejauhan Galn datang menghampiriku dengan membawa kotak lalu memberikannya kepadaku.
"1...2....3, Selamat ulang tahunn" teriak Reina dan teman temanku yang ternyata berada tepat di belakang ku.
Speechles, saat itu aku tak mampu berkata-kata, hingga kudengar seseorang berkata
"Happy sweet seventeen, be better..."
Dan ternyata suara itu adalah suara Glan dan Reina.
"Terimakasih teman, sebelumnya aku sudah percaya kok bahwa kalian selalu ada dalam suka duka"
"Sama-sama, inilah arti persahabatan sebenarnya"
Kami pun bergandeng tangan.
Dan ini adalah sebuah bukti bahwa jomblo itu bisa bahagia walaupun nggak punya pacar, hhhh, nggak bikin galau, dan pastinya nggak bakal patah hati deh.
Cerpen by : Putri Senja
Salam Sastra!!!
Kali ini ada seutas cerpen dengan judul.....
Seribu Alasan Bahagia
"Hoamm" aku bangkit dari tidurku seraya membuka gorden, mentari ternyata telah bangun sebelum aku beranjak dari tempatku. Dengan sigap aku mandi, memakai seragam, lalu pergi ketempat makan. Tak lama setelah itu Ibu datang dengan sepiring nasi goreng beraroma lezat, yang membuat perut menjerit. Tanpa pikir panjang kuhabiskan nasi itu, lalu beranjak untuk pergi ke sekolah.
Senin pagi ini jalanan begitu ramai, mereka pergi ke suatu tempat dengan tujuan yang berbeda-beda, salah satunya adalah pergi untuk melupakan.
"Eeaa bucin banget ini mah" gumam ku dalam hati seraya mengendarai motorku pelan melewati jalanan yang padat merayap.
Waktu menunjukan pukul 08:00 WIB. Hampir saja aku terlambat, karena Pak Satpam hendak menutup gerbang, tetapi aku langsung memberi pengertian kepadanya tentang apa yang terjadi padaku pagi ini.
Aku pun memarkirkan motorku di tempat yang telah diberi tanda sesuai tempat parkir kelas masing-masing. Kemudian aku bergegas menuju kelas dan sepertinya guru-guru pun begitu. Karena kepanikanku aku menabrak Galn, teman yang seorganisasi denganku.
"Yaampun maaf, aku buru-buru"
"Hmm" gumamnya singkat, sambil tersenyum padaku.
Aku pun melanjutkan kepanikanku dengan berlari menuju kelas, untungnya guru kalah lari dengannya yang telah lebih dulu sampai di kelas. Tak lama kemudian pelajaran pun dimulai. Bel pulang pun berbunyi, aku beranjak pulang, hari ini adalah hari yang kurang berkesan bagiku, karena untuk pertama kalinya aku hampir terlambat ke sekolah.
Hari ini aku berangkat ke sekolah lebih pagi, dengan harapan tak lagi terjebak macet, sesampainya di sekolah, aku duduk melamun di kantin.
"h-7 menjelang ulang tahun nih. Kira-kira aku dapat apa ya. Duh masih jomblo lagi. Sedihnya.." ngomong dalam hati
"hayoo ngelamun terus" sahut Reina sambil menepuk pundakku dengan nada menjengkelkan.
"Nggak kok, hehe" jawabku dengan santai.
Ya, Reina adalah teman dekatku, ia selalu ada untukku, selalu menyemangatiku, dan memberi motivasi untukku, akupun juga begitu.
Hari demi hari pun kulewatkan tanpa kesan, hingga tiba saatnya, tepat hari ini aku berulang tahun ke 17, tapi aneh nya tak ada seorang pun yang memberi ucapan untukku, Reina pun sama sekali tak mengatakan sesuatu padaku, bahkan saat berpapasan ia terkesan tak peduli. Aku memutar pikiranku, mencoba merekam pembicaraanku, apakah aku salah berkata padanya, atau bagaimana, ini semua terasa aneh.
Bel pulang pun berbunyi, teman sekelasku pun mulai keluar kelas, termasuk Reina, sahabatku. Aku mencoba sabar dan tenang. Hari ini adalah hari forum rutin organisasi yang aku ikuti, aku datang dengan memasang muka lelah. Tiba-tiba dari kejauhan Galn datang menghampiriku dengan membawa kotak lalu memberikannya kepadaku.
"1...2....3, Selamat ulang tahunn" teriak Reina dan teman temanku yang ternyata berada tepat di belakang ku.
Speechles, saat itu aku tak mampu berkata-kata, hingga kudengar seseorang berkata
"Happy sweet seventeen, be better..."
Dan ternyata suara itu adalah suara Glan dan Reina.
"Terimakasih teman, sebelumnya aku sudah percaya kok bahwa kalian selalu ada dalam suka duka"
"Sama-sama, inilah arti persahabatan sebenarnya"
Kami pun bergandeng tangan.
Dan ini adalah sebuah bukti bahwa jomblo itu bisa bahagia walaupun nggak punya pacar, hhhh, nggak bikin galau, dan pastinya nggak bakal patah hati deh.
Cerpen by : Putri Senja
Komentar
Posting Komentar